Rabu, 04 April 2012 | By: Lusiana Indrasari

PENGERTIAN ETIKA



Menurut para ahli, etika adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini:
·         Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
·         Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
·         Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.
Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kitauntuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yangpelru kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.

Tujuan Mempelajari Etika
Untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu.

Pengertian Baik
Sesuatu hal dikatakan baik bila ia mendatangkan rahmat, dan memberikan perasaan senang, atau bahagia (Sesuatu dikatakan baik bila ia dihargai secara positif).

Pengertian Buruk
Segala yang tercela. Perbuatan buruk berarti perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat yang berlaku

Cara Penilaian Baik dan Buruk
Menurut Ajaran Agama, Adat Kebiasaan, Kebahagiaan, Bisikan Hati (Intuisi), Evolusi, Utilitarisme, Paham Eudaemonisme, Aliran Pragmatisme, Aliran Positivisme, Aliran Naturalisme, Aliran Vitalisme, Aliran Idealisme, Aliran Eksistensialisme, Aliran Marxisme, Aliran Komunisme

Minggu, 01 April 2012 | By: Lusiana Indrasari

Free/Open Source Software (FOSS)


APA ITU FREE/OPEN SOURCE SOFTWARE?

Menurut David Wheeler, secara umum program yang dinamakan free software (perangkat lunak bebas) atau open source software (perangkat lunak sumber terbuka) adalah program yang lisensinya memberi kebebasan kepada pengguna menjalankan program untuk apa saja, mempelajari dan memodifikasi program, dan mendistribusikan penggandaan program asli atau yang sudah dimodifikasi tanpa harus membayar royalti kepada pengembangsebelumnya.
Free/Open Source Software (FOSS) atau perangkat lunak bebas dan open source (PLBOS) telah menjadi sebuah fenomena internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, FOSS mengalami perubahan besar dari sebuah kata yang relatif tidak dikenal menjadi sebuah kata popular terbaru. Namun, istilah FOSS tetap belum mudah dipahami mengingat FOSS merupakan konsep baru, misalnya apa saja pengertian FOSS dan apa saja cabang atau jenisjenisnya.

FILOSOSI FOSS

Ada dua filosofi pokok pada kata FOSS, yaitu filosofi dari FSF (Free Software Foundation) atau Yayasan perangkat Lunak Bebas, dan filosofi dari OSI (Open Source Initiative) atau Inisiatif Sumber Terbuka. Kita mulai pembahasan dengan filosofi FSF, sesuai dengan urutan sejarah dan karena posisi FSF sebagai pionir dalam gerakan FOSS ini. Tokoh utama gerakan FSF adalah Richard M. Stallman, sedangkan tokoh gerakan OSIadalah Eric S. Raymond dan Bruce Perens.
Menurut FSF, perangkat lunak bebas mengacu pada kebebasan para penggunanya untuk menjalankan, menggandakan, menyebarluaskan/menditribusikan, mempelajari, mengubah dan meningkatkan kinerja perangkat lunak. Tepatnya, mengacu pada empat jenis kebebasan bagi para pengguna perangkat lunak, yaitu:
1.             Kebebasan untuk menjalankan programnya untuk tujuan apa saja (kebebasan 0).
2.             Kebebasan untuk mempelajari bagaimana program itu bekerja serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda (kebebasan 1). Akses pada kode program merupakan suatu prasyarat.
3.             Kebebasan untuk menyebarluaskan kembali hasil salinan perangkat lunak tersebut sehingga dapat membantu sesama anda (kebebasan 2).
4.             Kebebasan untuk meningkatkan kinerja program, dan dapat menyebarkannya ke
5.             khalayak umum sehingga semua menikmati keuntungannya (kebebasan 3). Akses padakode program merupakan suatu prasyarat juga.

Filosofi OSI agak berbeda. Ide dasar open source sangat sederhana. Jika para pemrogram dapat mempelajari, mendistribusikan ulang, dan mengubah kode sumber sebagian perangkat lunak, maka perangkat lunak itu berkembang. Masyarakat mengembangkannya, mengaplikasikannya, dan memperbaiki kelemahannya.
OSI difokuskan pada nilainilai teknis dalam pembuatan perangkat lunak yang berdaya
guna dan dapat dihandalkan, dan pendekatan istilah OSI ini lebih sesuai kebutuhan bisnis daripada filosofi FSF. OSI tidak terlalu fokus pada isu moral seperti yang ditegaskan FSF, dan lebih fokus pada manfaat praktis dari metoda pengembangan terdistribusi dari FOSS.
Meskipun filosofi dasar kedua gerakan ini berbeda, FSF dan OSI berbagi area yang sama dan bekerja sama dalam halhal praktis, seperti pengembangan perangkat lunak, usaha melawan perangkat lunak proprietary, paten perangkat lunak, dan sejenisnya. Richard Stallman mengatakan bahwa gerakan perangkat lunak bebas dan gerakan open source merupakan dua “partai politik” dalam komunitas yang sama.

MENGAPA FOSS?

Perangkat lunak open source telah disebut dengan beberapa istilah baik dan buruk, antara lain: gerakan, mode, virus, konspirasi komunis, hati dan jiwa dari internet. Tetapi ada satu poin yang sering dilupakan orang bahwa perangkat lunak open source juga merupakan kendaraan yang sangat efektif untuk mentransfer kekayaan dari dunia industri ke negaranegara berkembang. Itu diungkapkan Andrew Leonard dalam tulisannya “An Alternative Voice: How the TechPoor Can Still Be Software Rich” (bagaimana yang miskin teknologi dapat tetap menjadi kaya perangkat lunak).

Apakah FOSS selalu Free?

Mitos terkenal di seputar FOSS adalah selalu gratis, yang artinya tidak ada biaya sama sekali. Ini benar hanya untuk tingkatan tertentu, misalnya tidak perlu biaya izin untuk mendownload atau menggandakan, misalnya iso CD IGOS Nusantara atau Fedora. Mitos itu tidak benar untuk aplikasi FOSS yang membutuhkan biaya dalam pengemasan,instalasi, support, pelatihan, dan lainlain. Banyak distro Linux seperti Red Hat, SUSE, Mandriva, Debian, Ubuntu, dan lainlain dapat diperoleh tanpa biaya lisensi untuk mendownloadnya melalui internet. Dalam hal ada biaya lisensi, hampir semua biaya lisensi aplikasi FOSS lebih murah dibandingkan lisensi perangkat lunak proprietary.
Namun, biaya penggunaan FOSS tidak hanya biaya pemaketan atau infrastruktur. Ada juga biaya personal, biaya perangkat keras, biaya yang hilang (opportunity costs) misalnyakarena peralihan, dan biaya pelatihan. Dengan menghitung biaya total kepemilikan atau TCO (Total Costs of Ownership), akan tergambar penghematan yang diperoleh jika menggunakan FOSS.

KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN FOSS
Di samping rendahnya biaya, ada beberapa alasan mengapa masyarakat, organisasi publik, atau bisnis secara agresif mengadopsi FOSS, antara lain:
1.             Keamanan (Security)
2.             Ketersediaan/Kestabilan (Realibility/Stability)
3.             Standar terbuka dan tidak tergantung vendor
4.             Mengurangi ketergantungan terhadap impor
5.             Meningkatkan kemampuan mengembangkan perangkat lunak lokal
6.             Pembajakan, HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) dan WTO (World Trade Organization)
7.             Bahasa dan budaya lokal (localization)

KELEMAHAN FOSS
Dengan berbagai kelebihannya, FOSS saat ini belum tentu cocok untuk semua keadaan. Ada beberapa bidang yang masih membutuhkan penyempurnaan produk FOSS.
1.              Aplikasi Bisnis belum lengkap
2.              Interoperabilitas dengan Sistem Proprietary
3.              Dokumentasi dan Tampilan

Profesi TI


Pengertian Profesi
Profesi berasal dari bahasa latin “Proffesio” yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi kegiatan “apa saja” dan “siapa saja” untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia, di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan ketrampilan dan keahlian tinggi, hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas, mencakup sifat manusia, kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut.
Belum ada kata sepakat mengenai pengertian profesi karena tidak ada standar pekerjaan/tugas yang bagaimanakah yang bisa dikatakan sebagai profesi. Ada yang mengatakan bahwa profesi adalah “jabatan seseorang walau profesi tersebut tidak bersifat komersial”.  Secara tradisional ada 4 profesi yang sudah dikenal yaitu kedokteran, hukum, pendidikan, dan kependetaan.

PROFESI TI YANG BERBAHAYA

Profesi TI tidak semata-mata hanya nongkrong di depan komputer dengan manisnya. Ada pula yang, saking berbahayanya, sampai bisa mengancam keselamatan jiwa. Pekerjaan apa yang menurut kamu paling berbahaya di dunia ini? Mungkin profesi seperti stuntman film atau bodyguard sempat terlintas di benak kamu. Tapi tahukah kamu, pekerjaan apa yang masuk kategori “most dangerous” di dunia TI? Ah, masa sih profesi TI yang rata-rata berkutat dengan komputer di ruang ber-AC itu ada yang dibilang berbahaya? Coba deh simak daftar menarik yang dikutip dari PC World berikut ini. Ada beberapa bidang di kancah TI yang selain mengancam jiwa pelakunya, juga berpotensi bikin stres yang pada akhirnya bisa menyebabkan kematian (setidaknya bagi jiwa) mulai dari mereka yang adrenalinnya kerap terpacu karena memanjat ribuan kaki menara komunikasi, sampai orang-orang yang mesti “tahan” mengonsumsi konten Internet yang tidak senonoh. Daripada penasaran, ini dia daftar komplet pekerjaan TI yang paling berbahaya di dunia.

1.                  Penyaring konten internet
Hal paling menjijikkan/memilukan/tak tertahankan apa yang pernah kamu lihat di Internet? Nah, bayangkan kamu mesti menontonnya (apakah itu kejahatan penuh dendam, penyiksaan, atau kejahatan terhadap anak) setiap hari mulai dari jam 9 pagi sampai 5 sore. Itulah pekerjaan yang dilakukan seorang moderator konten Internet. Mereka dibayar untuk menyaring materi semacam itu supaya kamu tidak perlu mendadak melihatnya (pop-up) di situs jejaring sosial atau berbagi-foto. Asal tahu saja, permintaan untuk orang yang melakukan profesi ini makin tinggi lho, didukung oleh semakin banyaknya layanan berbasis Web yang memungkinkan pengguna mem-posting gambar secara instan dari perangkat genggam. “Tidak semua orang bisa melakukan pekerjaan ini,” ungkap Stacey Springer, Vice President Operations Caleris perusahaan asal West Des Moines, Iowa, AS. Ada 55 pegawai content moderation di Caleris yang setiap harinya mesti memindai hingga 7 juta gambar untuk sekitar 80 klien berbeda. “Ada saja orang yang sulit memisahkan urusan pekerjaan dan pribadi jika mereka mempunyai anak dan kemudian harus melihat gambar-gambar buruk tentang anak atau melihat penyiksaan terhadap binatang.” Saking berbahayanya profesi ini, para reviewer konten di Caleris mendapatkan konseling gratis selain asuransi kesehatan.

2.                  Buruh pabrik perakitan elektronik
Kok pekerjaan merakit elektronik bisa dianggap berbahaya? Kalau kamu kebetulan sedang bertandang ke Shenzen, China, coba tengok jaring-jaring penyelamat di sekitar asrama salah satu pabrik elektronik di sana. Perangkat itu dipasang karena sudah ada 10 pegawainya yang nekat loncat bunuh diri sejak bulan Januari. Tahun lalu, ada seorang karyawan berusia 25 tahun yang bunuh diri setelah dikabarkan dipukuli di pabrik Hon Hai akibat menghilangkan prototipe iPhone 4. Foxconn, perusahaan yang berjasa membuat iPhone, iPad, dan elektronik lainnya besutan Apple, Dell, dan HP, dituding telah menyiksa para buruhnya demi mengejar deadline. Memang, rantai kejadian yang menyebabkan pegawainya memutuskan untuk bunuh diri bisa jadi sangat kompleks. Tapi para kelompok HAM ramai mengkritik Foxconn dan manufaktur lainnya karena dianggap telah menciptakan lingkungan yang tidak tertahankan dan penuh tekanan bagi para pekerjanya—khususnya pendatang muda dari wilayah desa. Untuk memperbaiki keadaan, Foxconn dikabarkan telah menaikkan upah, menjanjikan tes psikologi bagi para pegawai, dan mencoba melakukan berbagai perubahan untuk meningkatkan mood mereka. Perusahaan tersebut juga berencana menambah jumlah tenaga kerjanya dari 900.000 menjadi 1,3 juta tahun depan. Asal tahu saja, bukan hanya tekanan psikologis yang menjadi momok mengerikan di pabrik-pabrik elektronik. Organisasi-organisasi buruh dan HAM juga menyoroti kondisi di mana para pekerja yang menguji microchip dan merakit LCD untuk Samsung telah terekspos radiasi yang menyebabkan kanker.

3.                  Kru perbaikan kabel internet bawah laut
Berkat kabel-kabel yang terbentang di lautan, orang bisa terkoneksi secara online lintas benua. Ya, alih-alih satelit di angkasa, kabel-kabel inilah yang berjasa menyediakan lebih dari 99% konektivitas Internet di dunia. Jadi bagaimana kalau ada kabel yang rusak akibat gempa bawah laut atau jangkar yang menyangkut? Itulah tugas para kru yang gagah berani ini. Ada sekitar 70 kapal di seluruh dunia yang bertugas melakukan instalasi dan perbaikan fiber optic. Beberapa di antaranya bisa dipanggil 24 jam sehari. Setiap kapal memiliki kru sekitar 50 orang termasuk insinyur instalasi-kabel dan pengontrol mesin-mesin yang dioperasikan dengan remote yang bisa menghabiskan waktu mingguan bahkan bulanan di laut. Adalah para robot yang menaruh dan mengubur kabel-kabel di dasar laut yang kedalamannya bisa mencapai 16 ribu kaki di bawah permukaan laut. Tapi tetap butuh tangan-tangan manusia di dek kapal untuk menarik kabel-kabel berat itu ke kapal, memperbaiki, lalu menjatuhkannya. Meskipun mereka menggunakan sarung tangan karet, ada saja peluang mereka tersengat oleh kabel yang beroperasi dengan 10 ribu volt. Dan asal tahu saja, melihat langsung si laser dari kabel yang terpotong bisa membakar retina kamu dalam hitungan detik, lho. Dan jangan lupa, para kru juga berisiko terpeleset, tersandung, atau jatuh di dek yang basah.

4.                  Pemanjat menara komunikasi

Di AS, ada sekitar 11 ribu orang yang menginstal dan memperbaiki menara komunikasi. Di tahun 2006, 18 di antaranya meninggal saat bertugas. Tak heran jika kepala Occupational Safety and Health Administration menyebut profesi tersebut sebagai pekerjaan paling berbahaya di Amerika pada tahun 2008. Tinggi menara komunikasi bisa mencapai 2 ribu kaki. Berbagai pembenahan memang telah dilakukan, tapi pekerjaan apapun di ketinggian yang ekstrim tetap melibatkan resiko jatuh. Hal fatal cenderung terjadi ketika para pekerja tidak menggunakan peralatan keselamatan yang benar atau mereka terdiskoneksi meski hanya sebentar. Ketika seseorang berada di posisi 30 sampai 2 ribu kaki di udara, jeda semacam itu bisa membuat tugas-tugas rutin seperti menguji antena jadi mematikan.

5.                  Pekerja daur ulang limbah elektronik tidak resmi

Ketika orang-orang di negara maju mengirimkan komputer tua atau monitor CRT untuk didaur ulang, ada saja kemungkinan barang tersebut berakhir di tempat pembuangan sampah di belahan dunia lain alih-alih diproses secara aman di lokasi terdekat. Hardware bekas dari negara-negara industri seringkali melanglang buana hingga ribuan mil ke negara-negara berkembang di Asia dan Afrika. Nah, orang-orang di sana berharap bisa mendapatkan uang kemudian akan mengoleksi mesin-mesin tersebut dan menghancurkannya menggunakan alat-alat kasar untuk mengambil emas, perak, dan logam berharga lainnya dari papan sirkuit. Tanpa disadari, mereka berpeluang kontak langsung dengan bahan-bahan berbahaya seperti timbal, cadmium, berilium, dan merkuri. Ada pula yang terekspos dengan efek kimia yang lebih berbahaya ketika mereka merendam papan sirkuit di asam atau membakar kabel PVC untuk mengambil tembaga. Oh ya, tahanan di sejumlah penjara AS yang bekerja di operasi daur ulang limbah elektronik dengan gaji sampai US$1.25 per jam dikabarkan juga terekpos senyawa kimia berbahaya yang sama, lho.

6.                  Pekerja infrastruktur di zona perang

Melakukan pekerjaan berbahaya di situasi damai memang tidak mudah. Tapi bagaimana kalau kamu mesti menyelesaikan pekerjaan mudah tapi berpotensi ditembak sniper atau kena ledakan bom? Itulah risiko yang mesti diambil para pekerja infrastruktur komunikasi di zona konflik Irak dan Afganistan setiap harinya. Menurut data bulan September 2009, setidaknya ada 3 insinyur telekomunikasi di antara 533 kontraktor pribadi asing yang meninggal di Irak sejak konflik berawal di sana. Sedangkan 2 insinyur TI tercatat  termasuk dalam 146 kontraktor pribadi asing yang tewas di Afganistan.

PROFESI TI YANG BERGENGSI DI AMERIKA
Namun jangan takut teman, profesi TI pun ada beberapa yang cukup menawarkan gaji atau penghasilan yang lumayan memuaskan. Berikut contoh profesi TI yang menawarkan penghasilan yang cukup menjamin masa depan kita sebagai orang yang bergerak dalam bidang TI :

1.                  Chief Technology Officer 

Pemerintah AS Selama kampanye pemilihan presiden, Barack Obama berjanji akan menciptakan posisi Chief Technology Officer (CTO) di pemerintahannya jika ia terpilih. Tiga bulan setelah ia duduk di Gedung Putih, Presiden Obama meminta Aneesh Chopra, yang sebelumnya menjabat sebagai Secretary of Technology di Virginia, untuk mengisi posisi tersebut. Sang CTO bertugas mulai dari mempromosikan inovasi teknologi di AS hingga meningkatkan pertahanan negara melawan serangan di dunia maya yang dapat, di antaranya, melemahkan ekonomi negara adidaya tersebut. Obama sendiri berharap, dengan mempromosikan teknologi di AS, Chopra dapat membantu menciptakan ribuan pekerjaan baru di sektor teknologi. Lahirnya posisi CTO ini merupakan momen bersejarah di AS. Sebelumnya, keterlibatan pemerintah AS dalam bidang inovasi teknologi sebagian besar terbatas pada militer saja. Secara tradisional, pemerintah mengandalkan sektor swasta untuk mendorong inovasi. Nah, sebagai CTO, Chopra akan berusaha menjaga AS di baris depan pengembangan teknologi. 

2.                  Chief Internet Evangelist Google

Vint Cerf adalah satu dari beberapa jenius yang mengerjakan proyek ARPANET. Berkat usaha Pcplus merekalah tercipta jaringan komputer yang menyediakan pondasi bagi Internet sekarang ini. Cerf bekerja sangat dekat dengan Robert Kahn untuk mengembangkan protokol-protokol TCP/IP  rangkaian aturan yang menetapkan bagaimana informasi melintas antarjaringan komputer. Setelah membantu mendesain cikal-bakal internet ini, Cerf kemudian bekerja sebagai eksekutif di beberapa perusahaan TI sebelum akhirnya mendarat di Google. Dan tugasnya selaku Chief Internet Evangelist adalah menyingkap teknologi-teknologi internet baru dan mencari cara-cara untuk memasukkannya ke dalam apapun yang Google lakukan. 

3.                  Senior Vice President Industrial Design  

Apple Tidak perlu diragukan lagi: Apple mereguk kesuksesan dari membuat produk-produk yang seksi. Lihat saja iMac yang ramping dan mengkilap itu, atau iPhone yang luar biasa populer itu. Memang, banyak faktor yang berkontribusi atas kesuksesan lini iMac, iPhone, iPad, dan produk Apple lainnya. Tapi desain pastinya ada di posisi teratas. Dan untuk desain tersebut yang berjasa adalah Jonathan Ive. Ive membentuk studio desainnya sendiri yang bernama Tangerine di awal 1990-an. Salah satu klien terpenting Tangerine adalah Apple. Nah, pada tahun 1992, Ive pindah dari Inggris ke Cupertino, California untuk bergabung dengan tim Apple secara penuh. Saking pentingnya desain bagi Apple, ketika Steve Jobs memutuskan untuk mengurangi keterlibatannya dengan perusahaan tersebut untuk memulihkan kesehatannya, banyak jurnalis teknologi berasumsi bahwa Ive akan menggantikan posisi Jobs sebagai CEO baru. Ive sendiri cenderung menjauh dari wawancara dan pusat perhatian. Ia lebih suka karyanya yang menjadi bintang utama.

4.                  Computer Games Tester

Bagi orang yang doyan nge-game, apalagi hal yang paling asyik dilakukan selain dibayar untuk menghabiskan waktu mencicipi game-game terbaru? Tidak sedikit lho orang yang beruntung melakukannya untuk memungkinkan perusahaan meluncurkan game-game anyar senilai jutaan dollar AS dengan bug seminimal mungkin. Computer games tester (penguji game komputer), atau yang dikenal dengan nama resmi Quality assurance tester, mendapatkan penghasilan dari mencoba menyelesaikan game sambil mencari-cari kesalahan yang mungkin terlihat sepele seperti salah eja atau dinding yang bisa ditembus. Pekerjaan ini tidak mudah lho, karena membutuhkan kombinasi bermain yang ahli dan mata yang cermat terhadap detail. Oh ya, staf redaksi dan kontributor di media khusus game atau komputer (termasuk Tabloid PCplus) juga ada yang dibayar khusus buat nge-game. Bedanya dengan game tester yang bekerja di perusahaan game, mereka tidak mencari-cari kesalahan melainkan menjajal asyiktidaknya si game untuk kemudian di-review dan  dikritisi di media. Salah satu contoh hasilnya ya artikel game yang nongol di PCplus.

5.                  Gadget Reviewer

Pekerjaan ini mungkin impian bagi para penggemar gadget. Hampir setiap hari, akan ada kurir yang membawakan berbagai macam perangkat teknologi baru, apakah itu kamera, netbook, atau ponsel kepada si reviewer Gadget yang kemudian akan merangkai kata setelah mengujinya untuk dimuat di website, majalah, koran, atau tabloid. Staf redaksi, staf lab uji, dan kontributor PCplus termasuk orang-orang yang beruntung ini. Biasanya, produk yang “dipinjami” oleh vendor kepada PCplus belum dirilis di pasar secara resmi sehingga para reviewer-lah orang-orang pertama yang menjajalnya duluan. Vendor yang basisnya di luar negeri seperti Taiwan sekalipun rela lho mengirimkan produknya untuk diuji. Dan jika si gadget kebetulan belum hadir secara resmi di Indonesia tapi teramat populer, seperti iPad, PCplus sengaja membelinya supaya bisa me-review-nya secara langsung. 

6.                  Inferno Artist

Nama tenarnya sih “Visual effect artist”. Titel “artist” adalah kunci profesi ini, karena pekerjaan tersebut benar-benar merupakan kombinasi antara seni dan teknologi. Para Inferno artist-lah yang berjasa menciptakan efek-efek CGI (computer-generated imagery) di film-film Hollywood yang umumnya memakai software Inferno keluaran Autodesk.

7.                  Control Systems Engineer Formula One

Sebagai olahraga berteknologi tinggi, balapan Grand Prix mempekerjakan ratusan pakar komputer berkemampuan sangat tinggi pula. Dan salah satu di antaranya yang beruntung ikutan keliling dunia bersama tim Formula One adalah Control Systems Engineer yang memiliki tanggung-jawab sangat besar untuk memastikan pengemudi dan mesin bekerja sebagai satu unit.

8.                  Technology Evangelist
Kamu tentunya punya gadget dan aplikasi idaman. Nah, seorang evangelist teknologi profesional dibayar untuk membagi antusiasme tersebut dengan siapa saja yang mau mendengarkan atau membaca blog mereka. Orang pertama yang menjabat profesi menarik ini disebut-sebut adalah Mike Boich yang mempromosikan komputer Macintosh untuk Apple Inc. Terkait erat dengan penjualan dan training, seorang evangelist harus mampu meyakinkan seorang pembeli potensial atau pengguna untuk bermigrasi dari metode lama ke metode baru.

9.                  Entrepreneur

Siapa milyuner termuda di dunia tahun ini? Menurut daftar Forbes, nomor satunya adalah Mark Zuckerberg yang baru berusia 25 tahun. Tahu kan siapa dia? Sumber kekayaan Zuckerberg yang berasal dari AS ini adalah Facebook dengan total nilai US$4 milyar. Padahal Zuckerberg baru memulai bisnis entrepreneur-nya pada tahun 2004. Yoshikazu Tanaka yang kini berusia 33 tahun juga masuk daftar milyuner dunia termuda Forbes. Berkebangsaan Jepang, kekayaan Tanaka yang totalnya mencapai US$1,4 milyar juga berasal
dari jejaring sosial. Ia adalah pendiri GREE (gree.jp) yang performanya baru-baru ini telah melampaui mixi, jejaring sosial raksasa di Jepang, dan memimpin pasar di negara tersebut. Pengguna GREE per Juli 2010 mencapai 21,25 juta, sementara anggota mixi tercatat 21,02 juta. Intinya, berkecimpung di kancah TI tidak hanya mengasyikkan, tapi juga bisa bikin kaya. Zuckerberg dan Tanaka telah membuktikannya. Berkat keberanian memulai bisnis di jejaring sosial alias menjadi entrepreneur, mereka sukses menjadi milyuner di usia demikian muda. Contoh tersukses tentunya adalah Bill Gates yang masih menjadi orang terkaya di Amerika dan orang kedua terkaya di dunia tahun ini berkat perusahaan Microsoft-nya dengan total kekayaan US$53 milyar.

HARAPAN PROFESI KU


HARAPAN PROFESI KU

Hmmm …
Bentar lagi lulus insya Allah bisa lulus tepat waktu. Kalau bicara lulus pasti setelah lulus ini saya ingin bekerja. Langkah awal pertama saya, saya ingin bekerja di tempat mana saja yang pertama kali menerima saya bekerja sebagai pembuka langkah karir saya. Tidak sampai di situ saja pastinya saya ingin menaikan tingkatan karir saya. Saya bercita-cita sekali ingin bekerja di tempat yang bonavit salah satunya saya ingin sekali bekerja di Bank Indonesia dan Pertamina. Sebagai langkah awal saya bekerja di tingkat staff terlebih dahulu. Setelah itu naik ke supervisor dan saya ingin menaikan tingkat profesi saya menjadi manajer. Tidak sampai di tingkat manajer saja saya juga ingin sekali menjadi Genaral Manajer. Pada akhirnya saya ingin menjadi Chief di perusahaan yang saya impikan tersebut. Tentunya dengan tingkatan profesi yang saya ingin capai tersebut saya harus mempunyai kemampuan yang harus dikuasai. Pertama saya harus berkompetensi di bidang database agar saya dapat bekerja di bidang yang menangani database dan mengoperasikan database perusahaan tersebut. Tidak hanya itu saya ingin berkompenten di bidang SAP agar saya dapat menjalani SAP di perusahaan tersebut dan mempunyai jabatan di bidang tersebut.  Sebagai anak jurusan SI tentunya saya harus memiliki kompetensi yang harus saya pupuk dari sekarang. Jenis kompentensi yang harus dimiliki salah satunya adalah kompententif yaitu membangun informasi secara internasional. Dengan begitu saya dapat membawa perusahaan ke tingkat internasional.

Semoga semua itu dapat tercapai ….
Amiiinnn ….
^_^
Jumat, 30 Maret 2012 | By: Lusiana Indrasari

OPEN SOURCE SOFTWARE




MENGAPA MENGGUNAKAN OPEN SOURCE SOFTWARE
Open source software adalah istilah yang digunakan untuk software yang membuka / membebaskan source codenya untuk dilihat oleh orang lain. Dengan menggunakan software yang open source maka para user lainnya dapat mengetahui cara kerja software tersebut sekaligus dapat membangunnya. Selain itu user dapat memperbaiki kelemahan-kelemahan software tersebut.
Keberadaan open source software ini sangat ditunjang oleh internet. Mula-mula Open source software diambil dari internet kemudian digunakan oleh orang dan diperbaiki apabila ada kesalahan. Hasil perbaikan dari open source ini kemudian dipublikasikan kembali melalui internet yang memungkinkan orang lain menggunakan dan memperbaikinya. Dan begitulah seterusnya. Saat ini sangat mudah mendapatkan open source software di internet.
Dengan adanya software open source maka dapat memudahkan user untuk mendapatkan sofware secara gratis tanpa perlu membayar lisensi. Dengan pola open source orang dapat membuat dan mengembangkan apa yang disebut dengan free software. Jadi, dengan pola open source orang dapat mengembangkan software dan mempublikasikannya dengan bebas melalui internet. Maka tidak heran apabila kita akan banyak menemukan free software ini di internet dan bisa secara bebas mendownloadnya tanpa perlu membayar uang sepeser pun kepada pengembang software tersebut.

Keuntungan Open Source Software
Sisi pengguna:
·         Gratis
·          Pengguna dapat terlibat dalam pengembangan program karena memiliki source code nya
·         Respon yang baik dari pemakai sehingga bug dapat ditemukan dan diperbaiki dengan lebih cepat.

  Sisi developer:
·         Seluruh komunitas mau dan dapat membantu untuk membuat software anda menjadi lebih baik
·         Tidak ada biaya iklan dan perawatan program
·         Sebagai sarana untuk memperkenalkan konsep anda

Kerugian Open Source Software
Beberapa karakteristik yang menyebabkan Open Source model mendapatkan kerugian :
·      Tidak ada garansi dari pengembangan.
Biasanya terjadi ketika sebuah project dimulai tanpa dukungan yang kuat dari satu atau beberapa perusahaan, memunculkan celah awal ketika sumber code masih mentah dan pengembangan dasar masih dalam pembangunan.
·      Masalah yang berhubungan dengan intelektual property
Pada saat ini, beberapa negara menerima software dan algoritma yang dipatentkan. Hal ini sangat sulit untuk diketahui jika beberapa motede utama untuk menyelesaikan masalah software di patenkan sehingga beberapa komunitas dapat dianggap bersalah dalam pelanggaran intelektual property.
·      Kesulitan dalam mengetahui status project
Tidak banyak iklan bagi open source software, biasanya beberapa project secara tidak langsung ditangani oleh perusahaan yang mampu berinvestasi dan melakukan merketing.