Jumat, 17 Desember 2010 | By: Lusiana Indrasari

Kategori gejala pada Bahasa Indonesia

Gejala Bahasa atau Peristiwa Bahasa
Gejala bahasa atau peristiwa bahasa itu di antaranya ialah:
(1) Adaptasi, penyesuaian bentuk berdasarkan kaidah fonologis, kaidah ortografis, atau kaidah morfologis

Contoh :
  • vyaya menjadi biaya
  • pajeg menjadi pajak
  • voorloper menjadi pelopor
  • fardhu menjadi perlu
  • igreja menjadi gereja
  • voorschot menjadi persekot
  • coup d'etat menjadi kudeta
  • postcard menjadi kartu pos
  • certificate of deposit menjadi sertifikat deposito
  • mass producIion menjadi produkmassa
(2) Analogi, pembentukan kata berdasarkan contoh yang telah ada.

Contoh :
  • Berdasarkan kata 'dewa-dewi' dibentuk kata :
    putra-putri, siswa-siswi, saudara-saudari, pramugara-pramugari
  • Berdasarkan kata 'industrialisasi' dibentuk kata :
    hutanisasi, Indonesianisasi
  • Berdasarkan kata 'pramugari' dibentuk kata :
    pramuniaga, pramuwisata, pramuria, pramusaji,pramusiwi
  • Berdasarkan kata 'swadesi' dibentuk kata :
    swadaya, swasembada, swakarya, swasta, swalayan
  • Berdasarkan kata 'tuna netra' dibentuk kata :
    tuna wicara, tuna rungu, tuna aksara, tuna wisma, tuna karya, tuna susila, tuna busana.
(3) Anaptiksis (Suara Bakti), penyisipan vokal e pepet untuk melancarkan ucapan Disebut juga suara bakti.
Contoh:
  • sloka menjadi seloka
  • srigala menjadi serigala
  • negri menjadi negeri
  • ksatria menjadi kesatria
(4) Asimilasi, proses perubahan bentuk kata karena dua fonem berbeda disamakan atau dijadikan hampir sama.

Contoh:
  • in-moral menjadi immoral
  • in-perfect menjadi imperfek
  • al-salam menjadi asalam
  • ad-similatio menjadi asimilasi
  • in-relevan menjadi irelevan
  • ad-similatio menjadi asimilasi
(5) Disimilasi, kebalikan dari asimilasi, yaitu perubahan bentuk katam yang terjadi karena dua fonem yang sama dijadikan berbeda.
Contoh :
saj jana menjadi sarjana
sayur-sayur menjadi sayur-mayur
(6) Diftongisasi, perubahan bentuk kata yang terjadi karena monoftong diubah menjadi diftong.Jadi kebalikan monoftongisasi.
Contoh :
  • sentosa menjadi sentausa
  • cuke menjadi cukai
  • pande menjadi pandai
  • gawe menjadi gawai
(7) Monoftongisasi, perubahan benluk kata yang terjadi karena perubahan diftong (vokal rangkap) menjadi monoftong (vokal tunggal)
Contoh :
  • autonomi menjadi otonomi
  • autobtografi menjadi otobiografi
  • satai menjadi sate
  • gulai rnenjadi gule
(8) Sandi (Persandian), perubahan bentuk kata yang terjadi karena peleburan dua buah vokal yang berdampingan, dengan akibat jutmlah suku kata berkurang satu.
Contoh :
  • keratuan menjadi keraton
  • kedatuan menjadi kedaton
  • sajian menjadi sajen
  • durian menjadi duren
Perhatikan jumlah suku kata!

ke - ra - tu - an ~> ke - ra - ton
1     2     3     4        1    2      3

du - ri- an ~> du - ren
 1     2   3        1     2


(9) Hiperkorek,
pembetulan bentuk kata yang sebenarnya sudah betul, sehingga hasilnya justru salah.
Contoh :
  • Sabtu menjadi Saptu
  • jadwal menjadi jadual
  • manajemen menjadi menejemen
  • asas menjadi azas
  • surga menjadi sorga
  • Teladan menjadi tauladan
  • izin menjadi ijin
  • Jumat menjadi Jum'at
  • kualifikasi menjadi kwalifikasi
  • frekuensi menjadi frekwensi
  • kuantitas menjadi kwantitas
  • November menjadi Nopember
  • kuitansi menjadi kwitansi
  • mengubah menjadi merubah
  • februari menjadi Pebruari
  • persen menjadi prosen
  • pelaris menjadi penglaris
  • system menjadi sistim
  • teknik menjadi tehnik
  • apotek menjadi apotik
  • telepon menjadi telfon
  • ijazah menjadi ijasah
  • atlet menjadi atlit
  • nasihat menjadi nasehat
  • biaya menjadi beaya
  • perusak menjadi pengrusak
  • zaman menjadi jaman
  • koordinasi menjadi kordinasi
(10) Kontaminasi, disebut juga kerancuan, yaitu kekacauan dimana dua pengertian yang berbeda, atau perpaduan dua buah struktur yang seharusnya tidak dipadukan.
Contoh :
  • berulang-ulang dan berkali-kali menjadi berulang-kali
  • saudara-saudara dan saudara sekalian menjadi saudara-saudara sekalian
  • musnah dan punah menjadi musnah
(11) Metatesis, pergeseran kedudukan fonem, atau perubahan bentuk kata karena dua fonem alau lebih dalam suatu kata bergeser tempatnya.
Contoh :
  • rontal menjadi lontar
  • anteng menjadi tenang
  • usap menjadi sapu
  • palsu menjadi sulap
  • keluk menjadi lekuk
(12) Protesis,perubahan fonem di depan bentuk kata asal.
Contoh :
  • lang menjadi elang
  • mak menjadi emak
  • mas menjadi emas
  • undur menjadi mundur
  • stri menjadi istri
  • arta menjadi harta
  • alangan menjadi halangan
  • sa menjadi esa
  • atus menjadi ratus
  • eram menjadi peram
(13) Epentesis, perubahan bentuk kata yang terjadi karma penyisipan fonem ke dalam kata asal
Contoh :
  • baya menjadi bahaya
  • bhayamkara menjadi bhayangkara
  • gopala menjadi gembala
  • jur menjadi jemur
  • bahasa menjadi bahasa.
(14) Paragog, perubahan bentuk kata karena penambahan fonem di bagian akhir kata asal.
Contoh :
  • mama, bapa menjadi mamak dan bapak
  • pen menjadi pena
  • datu menjadi datuk
  • hulu bala menjadi hulubalang
  • boek menjadi buku
  • abad menjadi abadi
  • pati menjadi patih
  • bank menjadi bangku
  • gaja menjadi gajah
  • conto menjadi contoh.
(15) Aferesis, penghilangan fonem di awal bentuk asal.
Contoh :
  • adhyaksa menjadi jaksa
  • empunya menjadi punya
  • sampuh menjadi ampuh
  • wujud menjadi ujud
  • bapak menjadi pak
  • ibu menjadi bu.
(16) Sinkop, penghilangan fonem di tengah atau di dalam kata asal.
Contoh :
  • laghu menjadi lagu
  • vidyadhari menjadi bidadari
  • pelihara menjadi piara
  • mangkin menjadi makin
  • niyata menjadi nyata
  • utpatti menjadi upeti.
(17) Apokop,
penghilangan fonem di akhir bentuk kata asal.
Contoh :
  • sikut menjadi siku
  • riang menjadi ria
  • balik menjadi bali
  • anugraha menjadi anugerah
  • pelangit menjadi pelangi.
(18) Kontraksi, gejala pemendekan atau penyingkatan suatu frase menjadi kata baru.
Contoh :
  • tidak ada menjadi tiada
  • kamu sekalian menjadi kalian
  • kelam harian menjadi kemarin
  • bagai itu menjadi begitu
  • bagai ini menjadi begini.

    Akronim, seperti balita, siskamling, rudal, ampera, pada dasarnya termasuk gejala kontraksi.
(19) Nasalisasi,
atau penyengauan, proses penambahan bunyi sengau atau fonem nasal, yaim /m/, /n/, /ng/, den /ny/.
Contoh :
  • me baca menjadi membaca
  • pe duduk menjadi penduduk
  • pe garis menjadi penggaris.
(20) Palatalisasi, penambahan fonem palatal /y/ pada suatu kata ketika kata ini dilafalkan.
Contoh :
pada kata ia, dia. pria, panitia, ksatria, bersedia, yang masing-masing dilafalkan /iya/, /priya/, /diya/. /panitiya/, dan /bersediya/. jadi palatalisasi muncul di antara vokal /i/ dan /a/ yang digunakan berdampingan.
(21) Labialisasi, penambahan fonem labial /w/ di antara vokal /u/ dan /a/ yang berdampingan pads sebuah kata.
Contoh :
pada kata uang, buang, ruang, juang, kualitas, dan lain-lain. Selain itu, labialisasi juga muncul di antara vokal /u/ dan/e/. atau /u/ dan /i/ seperti pada kata frekuensi dan kuitansi. Pada waktu kita lafalkan
kata-kata itu, terasa sekali, bahwa di antara vokal-vokat tersebut
timbul fonem labial /w/, misalnya uang kita lafalkan /uwang/,
(22) Onomatope,
proses pembentukan kata berdasarkan tiruan bunyi-bunyi.
Contoh :
  • hura-hura dari hore-hore.
  • aum (suara harimau)
  • meong (suara kucing)
  • embik (suara kambing)
  • desis (suara ular)
  • desah (suara napas)
  • ketuk (bunyi pintu atau meja dipukul dengan jari atau palu)
(23) Haplologi, proses perubahan bentuk kata yang berupa penghilangan satu suku kata di tengah-tengah kata.
Contoh :
  • samanantara menjadi sementara
  • mahardhika menjadi merdeka
  • budhidaya menjadi budaya
Kamis, 09 Desember 2010 | By: Lusiana Indrasari

Puisi… Cinta Dan Kesetiaan

Seorang wanita bertanya 
pada seorang pria tentang cinta dan harapan

Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia
Dan pria berkata ingin menjadi matahari.
Wanita tidak mengerti kenapa pria ingin jadi matahari,
bukan kupu kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga…

Wanita berkata ingin menjadi rembulan
dan pria berkata ingin tetap menjadi matahari.
Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan tidak bisa bertemu,
tetapi pria ingin tetap jadi matahari….

Wanita berkata ingin menjadi Phoenix…
yang bisa terbang ke langit jauh di atas matahari,
dan pria berkata ia akan selalu menjadi matahari….

Wanita tersenyum pahit dan kecewa.
Wanita sudah berubah tiga kali…
namun pria tetap keras kepala ingin jadi matahari,
tanpa mau ikut berubah bersama wanita.
Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali
tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari….

Pria merenung sendiri dan menatap matahari
Saat wanita jadi bunga, pria ingin menjadi matahari
agar bunga dapat terus hidup
Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk bunga
agar ia tumbuh, berkembang.. .
dan terus hidup sebagai bunga yang cantik.
Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh
dan pada akhirnya kupu kupu yang akan menari bersama bunga.
Ini disebut KASIH….. yaitu memberi tanpa pamrih

Saat wanita jadi bulan,
pria tetap menjadi matahari….
agar bulan dapat terus bersinar indah dan dikagumi.
Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari,
tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan,
siapakah yang ingat kepada matahari?

Matahari rela memberikan cahayanya untuk bulan
walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan…
dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaannya
sebagai pemberi cahaya
agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut….
Ini disebut dengan PENGORBANAN
menyakitkan namun sangat layak untuk cinta.

Saat wanita jadi phoenix yang dapat terbang tinggi,
jauh ke langit bahkan di atas matahari…
Pria tetap selalu jadi matahari
agar phoenix bebas untuk pergi kapan pun ia mau
dan matahari tidak akan mencegahnya

Matahari rela melepaskan phoenix untuk pergi jauh,
namun matahari akan selalu menyimpan
cinta yang membara di dalam hatinya hanya untuk phoenix
Matahari selalu ada untuk phoenix kapan pun ia mau kembali
walau phoenix tidak selalu ada untuk matahari

Tidak akan ada makhluk lain selain phoenix
yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan cintanya….
Ini disebut dengan KESETIAAN
walaupun ditinggal pergi dan dikhianati,
namun tetap menanti dan mau memaafkan

Untuk para wanita…..
Siapakah Matahari yang ada di dalam kehidupanmu?
Bila engkau sudah menemukan dan melihat Matahari dalam kehidupanmu. ..
Pergi, lihat dan jangan pernah meninggalkannya.

Kegagalan Bukan Akhir dari Perjalanan

Perjalanan manusia penuh dengan lika-liku
Selalu berbeda tanpa batas ruang dan waktu
Kegagalan kadang kala menyakitkan kalbu
Jika tiada pembimbing bagi hati yang pilu

Ketika akhir dari tujuan tidak menjadi milik anda
Hanya keikhlasanlah yg menolong pedihnya jiwa
Tatkala kegagalan terus membayangi langkah kita
Pasrahkanlah segalanya pada Sang maha Bijaksana

Percayalah bahwa Sang Pencipta maha mengetahui
Sehingga sanubari senantiasa berdzikir tanpa henti
Renungkanlah makna hidup setiap insan di dunia ini
Niscaya kebahagiaan akan merasuk dalam ruang hati

Kegagalan bukan akhir dari suatu perjalanan
Karna ia hanya sebatas ujian dalam kehidupan
Kerinduan akan kebahagiaan selalu didapatkan
Bagi seorang yg berfikir bahwa hidup adalah ujian

Jadilah hamba Allah yang baik saat menyikapi segala cobaan
Sehingga jiwa yang tenang menghampiri nuansa kebahagiaan
Tataplah masa depan melalui doa dalam langkah kemenangan
Karna tiada hal yang sia-sia dalam setiap jalan pengorbanan.
Jumat, 26 November 2010 | By: Lusiana Indrasari

TITIP RINDU BUAT AYAH

Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
namun kau tetap tabah hm...
Meski nafasmu kadang tersengal
memikul beban yang makin sarat
kau tetap bertahan

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm...
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia

Ayah, dalam hening sepi kurindu
untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm...
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia
Rabu, 17 November 2010 | By: Lusiana Indrasari

KATA BAKU BERIKUT CONTOHNYA

NAMA : LUSIANA INDRASARI
KELAS : 3KA06
NPM : 12108202



Bahasa merupakan salah satu alat untuk mengadakan interaksi terhadap manusia yang lain. Jadi bahasa tersebut tidak dapat dipisahkan dengan manusia. Dengan adanya bahasa kita kita dapat berhubungan dengan masyarakat lain yang akhirnya melahirkan komunikasi dalam masyarakat. Karena wilayah pemakaiannya yang amat luas dan penuturnya yang beragam, bahasa Indonesia pun mempunyai banyak ragam. Berbagai ragam bahasa itu tetap disebut sebagai bahasa Indonesia karena semua ragam tersebut memiliki beberapa kesamaan ciri. Ciri dan kaidah tata bunyi, pembentukan kata, dan tata makna pada umumnya sama. Itulah sebabnya kita dapat saling memahami orang lain yang berbahasa Indonesia dengan ragam berbeda walaupun kita melihat ada perbedaan perwujudan bahasa Indonesianya.

Bahasa Indonesia mempunyai sebuah aturan yang baku dalam pengguanaanya, namun dalam prakteknya sering terjadi penyimpangan dari aturan yang baku tersebut. Kata-kata yang menyimpang disebut kata non baku. Hal ini terjadi salah satu penyebabnya adalah faktor lingkungan. Faktor ini mengakibabkan daerah yang satu berdialek berbeda dengan dialek didaerah yang lain, walaupun bahasa yang digunakannya terhadap bahasa Indonesia.

Adapun yang dimaksud dengan bahasa baku adalah salah satu ragam bahasa yang dijadikan pokok, yang diajukan dasar ukuran atau yang dijadikan standar.Ragam bahasa ini lazim digunakan dalam:

1. Komunikasi resmi, yakni dalam surat menyurat resmi, surat menyurat dinas, pengumuman-pengumuman yang dikeluarkan oleh instansi resmi, perundang-undangan, penamaan dan peristilahan resmi, dan sebagainya.

2. Wacan teknis seperti dalam laporan resmi, karang ilmiah, buku pelajaran, dan sebagainya.

3. Pembicaraan didepan umum, seperti dalam ceramah, kuliah, pidato dan sebagainya.

4. Pembicaraan dengan orang yang dihormati dan sebagainya.

Pemakaian (1) dan (2) didukung oleh bahasa baku tertulis, sedangkan pemakaian (3) dan (4) didukung oleh ragam bahasa lisan. Ragam bahasa baku dapat ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:
1. Memiliki kemantapan dinamis yang berupa kaidah dan aturan yang tetap. Di sini, baku atau standar berarti tidak dapat berubah setiap saat.
2. Bersifat kecendikiaan. Sifat ini diwujudkan dalam paragraf, kalimat, dan satuan-satuan bahasa lain yang mengungkapkan penalaran dan pemikiran yang teratur, logis dan masuk akal
3. Keseragaman. Di sini istilah “baku” dimaknai sebagai memiliki kaidah yang seragam. Proses penyeragam bertujuan menyeragamkan kaidah, bukan menyeragamkan ragam bahasa, laras bahasa, atau variasi bahasa.

Contoh ejaaan baku dan tidak baku :

TIDAK BAKU BAKU
- kalo kalau
- karir karier
- kongkrit konkret
- nomer nomor
- apotik apotek
- atlit atlet
- azas asas
- bis bus
- ijin izin
- jaman zaman






KALIMAT TIDAK BAKU DAN BAKU

A. KALIMAT TIDAK BAKU
1. Sebelum mengarang terlebih dahulu tentukanlah tema karangan.
2. Pertandingan itu akan berlangsung antara Regu A melawan Regu B.
3. Kita perlu pemikiran-pemikiran untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan pengembangan kota.
4. Semua peserta daripada pertemuan itu sudah pada hadir.
5. Kami menghaturkan terima kasih atas kehadirannya.
6. Mengenai masalah ketunaan karya perlu segera diselesaikan dengan tuntas.

B. KALIMAT BAKU
1. Sebelum mengarang, tentukanlah tema karangan.
2. Pertandingan itu akan berlangsung antara Regu A dan Regu B.
3. Kita memerlukan pemikiran untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan pengembangan kota.
4. Semua peserta pertemuan itu sudah hadir.
5. Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Saudara.
6. Masalah ketunakaryaan perlu segera diselesaikan dengan tuntas.
Minggu, 31 Oktober 2010 | By: Lusiana Indrasari

KATA BAKU BERIKUT CONTOHNYA


NAMA : LUSIANA INDRASARI
KELAS : 3KA06
NPM    : 12108202


Bahasa merupakan salah satu alat untuk mengadakan interaksi terhadap manusia yang lain. Jadi bahasa tersebut tidak dapat dipisahkan dengan manusia. Dengan adanya bahasa kita kita dapat berhubungan dengan masyarakat lain yang akhirnya melahirkan komunikasi dalam masyarakat. Karena wilayah pemakaiannya yang amat luas dan penuturnya yang beragam, bahasa Indonesia pun mempunyai banyak ragam. Berbagai ragam bahasa itu tetap disebut sebagai bahasa Indonesia karena semua ragam tersebut memiliki beberapa kesamaan ciri. Ciri dan kaidah tata bunyi, pembentukan kata, dan tata makna pada umumnya sama. Itulah sebabnya kita dapat saling memahami orang lain yang berbahasa Indonesia dengan ragam berbeda walaupun kita melihat ada perbedaan perwujudan bahasa Indonesianya.

Bahasa Indonesia mempunyai sebuah aturan yang baku dalam pengguanaanya, namun dalam prakteknya sering terjadi penyimpangan dari aturan yang baku tersebut. Kata-kata yang menyimpang disebut kata non baku. Hal ini terjadi salah satu penyebabnya adalah faktor lingkungan. Faktor ini mengakibabkan daerah yang satu berdialek berbeda dengan dialek didaerah yang lain, walaupun bahasa yang digunakannya terhadap bahasa Indonesia.

Adapun yang dimaksud dengan bahasa baku adalah salah satu ragam bahasa yang dijadikan pokok, yang diajukan dasar ukuran atau yang dijadikan standar.Ragam bahasa ini lazim digunakan dalam:

1. Komunikasi resmi, yakni dalam surat menyurat resmi, surat menyurat dinas, pengumuman-pengumuman yang dikeluarkan oleh instansi resmi, perundang-undangan, penamaan dan peristilahan resmi, dan sebagainya.

2. Wacan teknis seperti dalam laporan resmi, karang ilmiah, buku pelajaran, dan sebagainya.

3. Pembicaraan didepan umum, seperti dalam ceramah, kuliah, pidato dan sebagainya.

4. Pembicaraan dengan orang yang dihormati dan sebagainya.

Pemakaian (1) dan (2) didukung oleh bahasa baku tertulis, sedangkan pemakaian (3) dan (4) didukung oleh ragam bahasa lisan. Ragam bahasa baku dapat ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Memiliki kemantapan dinamis yang berupa kaidah dan aturan yang tetap. Di sini, baku atau standar berarti tidak dapat berubah setiap saat.
  2. Bersifat kecendikiaan. Sifat ini diwujudkan dalam paragraf, kalimat, dan satuan-satuan bahasa lain yang mengungkapkan penalaran dan pemikiran yang teratur, logis dan masuk akal
  3. Keseragaman. Di sini istilah “baku” dimaknai sebagai memiliki kaidah yang seragam. Proses penyeragam bertujuan menyeragamkan kaidah, bukan menyeragamkan ragam bahasa, laras bahasa, atau variasi bahasa.

Contoh ejaaan baku dan tidak baku :

TIDAK BAKU         BAKU

  • kalo                       kalau  
  • karir                      karier 
  • kongkrit                konkret
  • nomer                   nomor
  • apotik                   apotek
  • atlit                      atlet
  • azas                     asas
  • bis                        bus
  • ijin                       izin
  • jaman                  zaman



KALIMAT TIDAK BAKU DAN BAKU

A. KALIMAT TIDAK BAKU
    1. Sebelum mengarang terlebih dahulu tentukanlah tema karangan.
    2. Pertandingan itu akan berlangsung antara Regu A melawan Regu B.
    3. Kita perlu pemikiran-pemikiran untuk memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan pengembangan kota.
    4. Semua peserta daripada pertemuan itu sudah pada hadir.
    5. Kami menghaturkan terima kasih atas kehadirannya.
    6. Mengenai masalah ketunaan karya perlu segera diselesaikan dengan tuntas.

B. KALIMAT BAKU
  1. Sebelum mengarang, tentukanlah tema karangan.
  2. Pertandingan itu akan berlangsung antara Regu A dan Regu B.
  3. Kita memerlukan pemikiran untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan pengembangan kota.
  4. Semua peserta pertemuan itu sudah hadir.
  5. Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Saudara.
  6. Masalah ketunakaryaan perlu segera diselesaikan dengan tuntas.








Senin, 25 Oktober 2010 | By: Lusiana Indrasari

TEKNIK PEMFOKUSAN


Membaca cepat sering kali membuat kita tidak konsentrasi dengan yang dibaca dan akhirnya membuat pembaca tidak mengerti makna dari bacaan tersebut. Hal tersebut disebabkan karena tidak fokusnya para pembaca terhadap isi dari bacaan tersebut. Pada umumnya membaca cepat hanya mementingkan bagaimana bacaan dapat diselesaikan dengan cepat.

Teknik pemfokusan disini merupakan bentuk membaca cepat untuk menemukan informasi tertentu dalam bacaan. Informasi yang ingin diperoleh ada beberapa macam. Informasi tersebut biasanya berhubungan dengan pengumuman hasil ujian, mencari istilah-istilah seperti dalam kamus, mencari nomor telepon, dll. Bahkan jika kita memesan menu makanan disuatu restoran sebenarnya kita sudah menggunakan teknik pemfokusan dalam membaca.

Dalam teknik pemfokusan bentuk teks bacaan menentukan informasi yang diperoleh. Perbedaan teks bacaan juga menentukan perbedaan cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi dengan cepat. Meskipun ada kemungkinan perbedaan, secara umum membaca cepat dengan teknik pemfokusan, gerak mata dalam membaca bukan dari atas ke bawah sebagaimana teknik penyisiran, melainkan berpindah-pindah sesuai dengan fokus informasi yang dicari.  Oleh karena itu beriku beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membaca capat dengan menggunakan teknik pemfokusan :

1. Tentukan dan ingat-ingat dengan baik informasi yang ingin dicari dan perhatikan bentuk teks bacaannya !
2. Gerakan pandangan mata sesuai dengan fokus informasi yang telah ditentukan ! apabila teks bacaannya berupa kamus, berarti anda harus perhatikan kelompok dan urutan huruf. Apabila berupa iklan baris, anda harus perhatikan tulisan yang biasanya sicetak tebal atau dengan huruf besar sebagaimana termuat dalam setiap kolo.
3. Usahakan tidak berhenti menggerakan mata sampai fokus informasinya diperoleh dan dipahami.