Minggu, 19 Desember 2010 | By: Lusiana Indrasari

gejala bahasa


Gejala Bahasa atau Peristiwa Bahasa

Gejala bahasa atau peristiwa bahasa itu di antaranya ialah:
(1)
 Adaptasi, penyesuaian bentuk berdasarkan kaidah fonologis, kaidah ortografis, atau kaidah morfologis

Contoh :
·         vyaya menjadi biaya
·         pajeg menjadi pajak
·         voorloper menjadi pelopor
·         fardhu menjadi perlu
·         igreja menjadi gereja
·         voorschot menjadi persekot
·         coup d'etat menjadi kudeta
·         postcard menjadi kartu pos
·         certificate of deposit menjadi sertifikat deposito
·         mass producIion menjadi produkmassa
(2) Analogi, pembentukan kata berdasarkan contoh yang telah ada.

Contoh :
·         Berdasarkan kata 'dewa-dewi' dibentuk kata :
putra-putri, siswa-siswi, saudara-saudari, pramugara-pramugari
·         Berdasarkan kata 'industrialisasi' dibentuk kata :
hutanisasi, Indonesianisasi
·         Berdasarkan kata 'pramugari' dibentuk kata :
pramuniaga, pramuwisata, pramuria, pramusaji,pramusiwi
·         Berdasarkan kata 'swadesi' dibentuk kata :
swadaya, swasembada, swakarya, swasta, swalayan
·         Berdasarkan kata 'tuna netra' dibentuk kata :
tuna wicara, tuna rungu, tuna aksara, tuna wisma, tuna karya, tuna susila, tuna busana.
(3) Anaptiksis (Suara Bakti), penyisipan vokal e pepet untuk melancarkan ucapan Disebut juga suara bakti. 
Contoh:
·         sloka menjadi seloka
·         srigala menjadi serigala
·         negri menjadi negeri
·         ksatria menjadi kesatria
(4) Asimilasi, proses perubahan bentuk kata karena dua fonem berbeda disamakan atau dijadikan hampir sama.

Contoh:
·         in-moral menjadi immoral
·         in-perfect menjadi imperfek
·         al-salam menjadi asalam
·         ad-similatio menjadi asimilasi
·         in-relevan menjadi irelevan
·         ad-similatio menjadi asimilasi
(5) Disimilasi, kebalikan dari asimilasi, yaitu perubahan bentuk katam yang terjadi karena dua fonem yang sama dijadikan berbeda.
Contoh :
saj jana menjadi sarjana
sayur-sayur
 menjadi sayur-mayur
(6)
 Diftongisasi, perubahan bentuk kata yang terjadi karena monoftong diubah menjadi diftong.Jadi kebalikan monoftongisasi.
Contoh :
·         sentosa menjadi sentausa
·         cuke menjadi cukai
·         pande menjadi pandai
·         gawe menjadi gawai
(7) Monoftongisasi, perubahan benluk kata yang terjadi karena perubahan diftong (vokal rangkap) menjadi monoftong (vokal tunggal)
Contoh :
·         autonomi menjadi otonomi
·         autobtografi menjadi otobiografi
·         satai menjadi sate
·         gulai rnenjadi gule
(8) Sandi (Persandian), perubahan bentuk kata yang terjadi karena peleburan dua buah vokal yang berdampingan, dengan akibat jutmlah suku kata berkurang satu.
Contoh :
·         keratuan menjadi keraton
·         kedatuan menjadi kedaton
·         sajian menjadi sajen
·         durian menjadi duren
Perhatikan jumlah suku kata!

ke - ra - tu - an ~> ke - ra - ton
1     2     3     4        1    2      3

du -
 ri- an ~> du - ren
 1     2   3        1     2


(9)
 Hiperkorek, 
pembetulan bentuk kata yang sebenarnya sudah betul, sehingga hasilnya justru salah.
Contoh :
·         Sabtu menjadi Saptu
·         jadwal menjadi jadual
·         manajemen menjadi menejemen
·         asas menjadi azas
·         surga menjadi sorga
·         Teladan menjadi tauladan
·         izin menjadi ijin
·         Jumat menjadi Jum'at
·         kualifikasi menjadi kwalifikasi
·         frekuensi menjadi frekwensi
·         kuantitas menjadi kwantitas
·         November menjadi Nopember
·         kuitansi menjadi kwitansi
·         mengubah menjadi merubah
·         februari menjadi Pebruari
·         persen menjadi prosen
·         pelaris menjadi penglaris
·         system menjadi sistim
·         teknik menjadi tehnik
·         apotek menjadi apotik
·         telepon menjadi telfon
·         ijazah menjadi ijasah
·         atlet menjadi atlit
·         nasihat menjadi nasehat
·         biaya menjadi beaya
·         perusak menjadi pengrusak
·         zaman menjadi jaman
·         koordinasi menjadi kordinasi
(10) Kontaminasi, disebut juga kerancuan, yaitu kekacauan dimana dua pengertian yang berbeda, atau perpaduan dua buah struktur yang seharusnya tidak dipadukan.
Contoh :
·         berulang-ulang dan berkali-kali menjadi berulang-kali
·         saudara-saudara dan saudara sekalian menjadi saudara-saudara sekalian
·         musnah dan punah menjadi musnah
(11) Metatesis, pergeseran kedudukan fonem, atau perubahan bentuk kata karena dua fonem alau lebih dalam suatu kata bergeser tempatnya.
Contoh :
·         rontal menjadi lontar
·         anteng menjadi tenang
·         usap menjadi sapu
·         palsu menjadi sulap
·         keluk menjadi lekuk
(12) Protesis,perubahan fonem di depan bentuk kata asal.
Contoh :
·         lang menjadi elang
·         mak menjadi emak
·         mas menjadi emas
·         undur menjadi mundur
·         stri menjadi istri
·         arta menjadi harta
·         alangan menjadi halangan
·         sa menjadi esa
·         atus menjadi ratus
·         eram menjadi peram
(13) Epentesis, perubahan bentuk kata yang terjadi karma penyisipan fonem ke dalam kata asal
Contoh :
·         baya menjadi bahaya
·         bhayamkara menjadi bhayangkara
·         gopala menjadi gembala
·         jur menjadi jemur
·         bahasa menjadi bahasa.
(14) Paragog, perubahan bentuk kata karena penambahan fonem di bagian akhir kata asal.
Contoh :
·         mama, bapa menjadi mamak dan bapak
·         pen menjadi pena
·         datu menjadi datuk
·         hulu bala menjadi hulubalang
·         boek menjadi buku
·         abad menjadi abadi
·         pati menjadi patih
·         bank menjadi bangku
·         gaja menjadi gajah
·         conto menjadi contoh.
(15) Aferesis, penghilangan fonem di awal bentuk asal.
Contoh :
·         adhyaksa menjadi jaksa
·         empunya menjadi punya
·         sampuh menjadi ampuh
·         wujud menjadi ujud
·         bapak menjadi pak
·         ibu menjadi bu.
(16) Sinkop, penghilangan fonem di tengah atau di dalam kata asal.
Contoh :
·         laghu menjadi lagu
·         vidyadhari menjadi bidadari
·         pelihara menjadi piara
·         mangkin menjadi makin
·         niyata menjadi nyata
·         utpatti menjadi upeti.
(17) Apokop,
penghilangan fonem di akhir bentuk kata asal.
Contoh :
·         sikut menjadi siku
·         riang menjadi ria
·         balik menjadi bali
·         anugraha menjadi anugerah
·         pelangit menjadi pelangi.
(18) Kontraksi, gejala pemendekan atau penyingkatan suatu frase menjadi kata baru.
Contoh :
·         tidak ada menjadi tiada
·         kamu sekalian menjadi kalian
·         kelam harian menjadi kemarin
·         bagai itu menjadi begitu
·         bagai ini menjadi begini. 

Akronim, seperti
 balita, siskamling, rudal, ampera, pada dasarnya termasuk gejala kontraksi.
(19) Nasalisasi, 
atau penyengauan, proses penambahan bunyi sengau atau fonem nasal, yaim /m/, /n/, /ng/, den /ny/.
Contoh :
·         me baca menjadi membaca
·         pe duduk menjadi penduduk
·         pe garis menjadi penggaris.
(20) Palatalisasi, penambahan fonem palatal /y/ pada suatu kata ketika kata ini dilafalkan.
Contoh :
pada kata ia, dia. pria, panitia, ksatria, bersedia, yang masing-masing dilafalkan /iya/, /priya/, /diya/. /panitiya/, dan /bersediya/. jadi palatalisasi muncul di antara vokal /i/ dan /a/ yang digunakan berdampingan.
(21) Labialisasi, penambahan fonem labial /w/ di antara vokal /u/ dan /a/ yang berdampingan pads sebuah kata.
Contoh :
pada kata uang, buang, ruang, juang, kualitas, dan lain-lain. Selain itu, labialisasi juga muncul di antara vokal /u/ dan/e/. atau /u/ dan /i/ seperti pada kata frekuensi dan kuitansi. Pada waktu kita lafalkan 
kata-kata itu, terasa sekali, bahwa di antara vokal-vokat tersebut
 
timbul fonem labial /w/, misalnya uang kita lafalkan /uwang/,
(22) Onomatope, 
proses pembentukan kata berdasarkan tiruan bunyi-bunyi.
Contoh :
·         hura-hura dari hore-hore.
·         aum (suara harimau)
·         meong (suara kucing)
·         embik (suara kambing)
·         desis (suara ular)
·         desah (suara napas)
·         ketuk (bunyi pintu atau meja dipukul dengan jari atau palu)
(23) Haplologi, proses perubahan bentuk kata yang berupa penghilangan satu suku kata di tengah-tengah kata.
Contoh :
·         samanantara menjadi sementara
·         mahardhika menjadi merdeka
·         budhidaya menjadi budaya

Berikut kata yang sering muncul di pergaulan masa kini:
1.JOMBLO :
terkadang status hubungan seseorang sering dipermasalahkan di lingkungan social. Bahkan terkadang seseorang merasa malu dengan statusnya yang single.
Banyak sebutan bagi seseorang yang single / sendiri. Jomblo salah satunya, jomblo adalah sinonim dari kata single/ sendiri. Kata jomblo tren pada awal 2005-2006 dan saat itu sebagian anak muda meninggalkan kata single dan lebih banyak yang menggunakan kata jomblo.
Karena saat itu kata jomblo banyak yang menggunakan maka Saykoji membuat sebuah lagu yang berjudul jomblo.


2.LEBAY :
Le
bay memiliki arti Berlebihan, baik berlebihan dalam berbuat maupun dalam berbicara. Lebay popular pada tahun 2006, saat itu didukung dengan keluarnya Hit Single T2 yang berjudul jangan Lebay.


3. ALAY :
Singkatan dari Anak Layangan, yaitu orang-orang kampung yang bergaya norak. Alay sering diidentikkan dengan hal-hal yang norak dan narsis.
Alay adalah gejala bahasa yang mendapat rating paling besar pada gejala bahasa. Gejala Alay yang paling mudah diidentifikasi adalah sebagai berikut:
a.       Kalo ngetik pesan/sms biasa dia kombinasiin huruf dengan angka.
Contoh nya:
1.       Kamu sekarang lagi apa?? à tulisan Alay nya kM sKr9 9y ngapZ??
2.       Love you.. à tulisan Alay nya lupHzz yOuU..
Sekedar mau saran buat ALAY, sms kalian malah susah dibaca tau..wkwkwkkwkwk


4. JAYUS :
Saya tadinya mengira kata ini merupakan singkatan, namun setelah saya telusuri, ternyata bukan. Arti sebenarnya adalah lawakan atau tingkah laku yang maunya melucu tapi tidak lucu.
Istilah Jayus populer di tahun 90an dan masih sesekali digunakan di masa kini. Dari cerita mulut ke mulut, konon ada seorang anak di daerah Kemang bernama Herman Setiabudhi yang kerap dipanggil Jayus oleh teman2nya. Jayus sendiri adalah nama ayah dari Herman (lengkapnya Jayus Kelana) yang seorang elukis di kawasan Blok M. Herman alias Jayus terkenal sebagai anak yang sering melawak tapi lawakannya kerap kali tidak lucu.

5. GARING :
Kata ini merupakan kata dari bahasa Sunda yang berarti “tidak lucu”. Awalnya kata-kata ini hanya digunakan di Jawa Barat saja. Namun karena banyaknya mahasiswa luar pulau yang kuliah di Jawa Barat (Bandung) lalu kembali ke kota kelahiran mereka, kata ini kemudian dipakai mereka dalam beberapa kesempatan. Karena seringnya digunakan dalam pembicaraan, akhirnya kata ini pun menjadi populer di beberapa kota besar di luar Jawa Barat.

6. GANDENG :
Kata ini pun merupakan kata dari bahasa Sunda yang berarti “berisik”. Sama seperti garing, kata ini dibawa dan dipakai oleh para mahasiswa luar Jawa Barat yang sempat kuliah di tanah Parahyangan itu, yang pada akhirnya membuat kata ini menjadi terkenal dan beberapa kesempatan dipakai.

7. BEGICHU / BEGICYU :
Biasanya kata ini disebutkan dengan penekanan di bagian belakang (yaitu memonyongkan bibir). Kata ini sendiri digunakan secara tidak sengaja oleh seorang anak kecil bernama Saipuddin, 3 tahun, asal Madura. Kata ini kemudian banyak dipopulerkan oleh artis. Salah satunya adalah Titi DJ.

8. MENEKETEHE :
Kata ini sebenarnya berasal dari kata “Mana Kutahu” dan diplesetkan oleh Tora Sudiro sekitar awal tahun 2000an, di acara Extravaganza TransTV. Istilah itu cukup populer dan saat ini cukup sering digunakan orang.

9. CING :
Saya mensinyalir kata ini sudah sering digunakan sejak tahun 1970an. Hal ini saya ketahui saat menonton film Si Pitung Banteng Betawi yang dibintangi oleh (alm) Dicky Zulkarnaen. Belakangan, di tahun 90an, kata ini mulai sering digunakan orang lagi, terutama setelah sering digunakan Debby Sahertian di sitkom Lenong Rumpi. Kata “cing” biasa digunakan sebagai sapaan untuk teman dekat. Misalnya, “Mau ke mana, Cing?”

1
0. EMBER :
Kata ini merupakan plesetan dari kata “Memang Begitu”. Pertama kali dipopulerkan oleh Titi DJ yang secara tidak sengaja menyebut kata ini saat menjawab pertanyaan orang. Sejak itu, kata ini sering digunakan di berbagai kesempatan.

1
1. YIUK….!! :
Kata yang merupakan bentuk ajakan ini dipopulerkan oleh Hennyta Tarigan dan Rina Gunawan (anggota grup GSP). Kata ini sempat populer di awal tahun 90an dan sering digunakan oleh Lenong Rumpi. Di awal tahun 2000an, kata ini kembali populer sejak digunakan oleh Indra Birowo dan Tora Sudiro di acara Exravaganza. Karena sering digunakan saat mereka berperan sebagai bencong, maka kata ini identik dengan panggilan kaum waria / bencong.

1
2. BONYOK :
Kata ini merupakan singkatan dari Bokap-Nyokap (orang tua). Tidak jelas siapa yang mempopulerkan kata ini, tapi kata ini mulai sering digunakan diperiode awal 2000an, ketika bahasa sms mulai populer di kalangan remaja.
Bokap (Ayah) dan Nyokap (Ibu) sendiri merupakan istilah yang telah populer sejak tahun 80an dan masih digunakan hingga hari ini.

1
3. BISPAK :
Merupakan singkatan dari kata “Bisa Pakai”. Kata ini mulai populer di pertengahan 90an, dan biasanya digunakan sebagai kode rahasia untuk menyebutkan wanita / pria yang bisa “dipakai” (baca : ditiduri), tapi mereka sendiri tidak mau disebut PSK (Pekerja Seks Komersial), karena seringkali mereka melakukan hal itu “just for fun”.Tidak jelas siapa yang mempopulerkan kata ini tapi dari penelusuran saya, kata ini sudah akrab dan sering digunakan oleh para Eksmud (Eksekutif Muda) Jakarta sekitar tahun 96an.

1
4. AKIKA :
Merupakan sandi untuk mengatakan “Saya”. Kata ini pertama kali dipopulerkan oleh kaum waria di tahun 90an, yang dibakukan oleh Debby Sahertian dalam buku Kamus Gaul yang dibuatnya.

1
5. SUTRALAH :
Merupakan pemanjangan dan plesetan dari kata “Sudahlah”. Kata ini juga dipopulerkan oleh kaum waria dan mulai populer di tahun 90an akhir.

1
6. SEMOK :
Berasal dari bahasa Jawa yang berarti “Montok”. Kata ini belakangan sering digunakan orang untuk menggambarkan wanita yang cantik dan seksi.

1
7. LOL :
Kata ini belakangan ini sering dipakai, terutama dalam komunikasi chatting, baik di YM, FB, Twitter, atau pun komunitas yang lain. Kata itu merupakan singkatan dari Laugh Out Loud yang berarti “Tertawa Terbahak-bahak”.

18. CENGLI :
Merupakan kata dari bahasa Hokkian yang berarti “Bertindak Adil”. Kata ini memang lazim digunakan oleh masyarakat perantauan Tionghua dari suku Hokkia. Karena sering digunakan dalam percakapan bisnis, maka lama-kelamaan menjadi kata umum yang digunakan dalam kegiatan sehari2.

19. WIL dan PIL :
Merupakan singkatan dari Wanita Idaman Lain dan Pria Idaman Lain. Tidak jelas siapa yang mempopulerkan istilah ini, namun saya menemukan kata-kata ini sering digunakan dalam penulisan di majalah2 di era awal 2000an. Kedua kata itu biasa digunakan untuk menjelaskan wanita atau pria simpanan / selingkuhan.

2
0. AJIB :
Artinya Enak, Asyik, atau Klabing. Kata ini mulai populer di tahun 90an tatkala musik trance dan narkoba jenis shabu2 baru mulai populer. Kata ini biasanya digunakan oleh para penikmat kedua hal itu. Istilah ini diambil dari suara hentakan tempo musik trance yang kalo didengar dengar teliti memang terdengar seperti “Ajib, ajib…. ajib, ajib….”.

2
1. ANJELO :
Merupakan singkatan dari Antar Jemput Lonte. Dari informasi yang saya peroleh, kata ini pertama kali digunakan sekitar tahun 2000an di daerah sekitar Bogor untuk menyebut Tukang Ojek yang menjadi langganan para penjaja cinta di sana.

2
2. JABLAY :
Kata ini dipopulerkan oleh Titi Kamal saat menyanyikan lagu berjudul sama dalam film Mendadak Dangdut (2006).Merupakan singkatan Jarang Dibelai yang mengandung arti lebih jauh sebagai ungkapan hati seorang wanita yang jarang mendapatkan belaian kasih sayang kekasihnya.

2
3. GETHO LOH..:
Kata ini berarti “Demikian / Begitu”, yang merupakan penekanan dari sebuah penjelasan yang disampaikan oleh sang pembicara. Kata ini cukup terkenal di tahun 2007, karena sering digunakan oleh para penyiar radio (terutama radio anak muda) setiap kali selesai menjelaskan sesuatu. Kata ini makin populer manakala sering digunakan dalam berbagai percakapan yang bernada jenaka (sekaligus norak) di berbagai acara televisi.

2
4. BELAH DUREN :
Berasal dari istilah yang digunakan dalam lagu dangdut berjudul sama yang dinyanyikan oleh Julia Perez, kata “Belah Duren” merupakan istilah yang ditujukan buat para pengantin muda yang menikmati malam pertama. Belakangan kata ini mengandung makna ajakan untuk melakukan ML (Making love).

2
5. SECARA :
Kata ini sebenarnya adalah bahasa Indonesia, yang bermakna “Adalah”. Namun kata ini menjadi populer di tahun 2006an di kalangan siswa-siswi SMU yang menggunakan kata ini sebagai kata ganti “Karena / Soalnya”. Sesekali pula digunakan sebagai sisipan tanpa makna (hanya sebagai penekanan pada kalimat yang mereka katakan). Contoh pemakaiannya :
a. Gua gak bisa ke rumah lo neh hari ini, secara bokap gue lagi sakit.
b. Ya… gimana dong? Secara gue ini kan gaul…

2
6. SEGEDE GAMBRENG :
Kata “gambreng” berasal dari suitan anak-anak (hompimpah alaihum gambreng), yang menunjukkan siapa yang menang dalam suitan tersebut. Belakangan, sekitar tahun 2007an, kata ini digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang besar sekali (dan sulit diungkapkan dengan kata-kata).

2
7. SEGEDE GOBLOK :
Mirip dengan ungkapan “Segede Gambreng”, kata “Segede Goblok” menunjukkan sesuatu yang besarnya luar biasa dan – sakin besarnya – jadi ga masuk akal. Gak jelas siapa yg mempopulerkan kata ini, tapi diduga kata ini pernah diucapkan oleh beberapa MC di televisi (entah Indra Bekti, Iva Gunawan, atau Ruben Onsu)

28. JUTEK :
Berasal dari kata yang sering digunakan oleh para PSK di awal tahun 2000an untuk menggambarkan pria yang sombong dan jarang tersenyum. Kata ini akhirnya menjadi kata umum yang digunakan untuk melukiskan orang yang menyebalkan, judes, galak, emosian, dan sombong.

29. BT / BETE :
Merupakan singkatan dari Boring Total. Tadinya orang menduga kata ini dipopulerkan oleh Dwiq saat merilis lagu “Bete” sekitar tahun 2008. Padahal kata ini sudah lama digunakan oleh para mahasiswa yang bosan dengan program perkuliahan mereka. Kata ini mulai populer dan digunakan di awal tahun 2000an.

30. KAMSUD :
Merupakan pembalikan konsonan kata “Maksud”. Kata ini mulai populer, terutama di kalangan para cewek di ruang chatting dunia maya.

3
1. KATROK :
Orang kampung / orang desa. Kata ini dipopulerkan oleh Tukul Arwana saat membawakan acara Empat Mata sekitar tahun 2007an (kini berubah menjadi acara Bukan Empat Mata). Kata ini kemudian menjadi bahasa umum untuk menggambarkan orang yang kampungan / norak banget.

3
2. PRIKITIU :
Adalah celutukan yang ditujukan pada pasangan yang tertangkap basah melakukan perselingkuhan. Adalah Sule, seorang komedian lokal, yang melontarkan celutukan nakal yang kini menjadi bahasa pergaulan itu.

3
3. CUMI :
Merupakan singkatan yang mengandung banyak arti (tergantung CUMI yang dipakai adalah singkatan dari apa). Awalnya kata ini dipopulerkan oleh sebuah produk kartu telpon seluler di tahun 2008an, yang akhirnya berkembang menjadi bahasa gaul anak-anak remaja untuk menjelaskan kondisinya saat ini, seperti CUma MIkir, CUma MIScal, CUma MIrip, CUma MInjam, CUkup MIris, dan lain-lain.

3
4. KRIK :
Adalah suara jankrik. Istilah ini biasaya digunakan dalam pembicaraan di dunia maya, untuk menggambarkan kondisi yang sangat garing / tidak lucu. Kata ini berasal dari adegan film-film kartun yang sering menampilkan suasana hening – dengan latar belakang suara jengkrik – mana kala seseorang bercanda namun tidak lucu. Pemakaiannya cukup sederhana, yaitu saat menanggapi komentar / ucapan seseorang, penulis tinggal menulis kata “Krik” berulang-ulang, menandakan bahwa penulis menganggap ucapan orang itu gak lucu banget.

3
5. GAYUS :
Merupakan sebutan sindiran untuk orang yang gila uang dan berusaha mendapatkan uang dengan berbagai cara yang tidak halal. Ungkapan ini populer di awal tahun 2010 setelah seorang pejabat pajak negara bernama Gayus diciduk polisi lantaran ketahuan menilap uang negara sebesar Rp 67 milyar.

3
6. MOGE :
Awalnya kata ini merupakan singkatan dari Motor Gede dan dipopulerkan oleh kelompok penyuka motor gede tahun 2008 silam. Namun belakangan, kata itu diplesetkan banyak orang menjadi Motor Gelo yang ditujukan pada orang-orag norak yang suka bikin rusuh, mau menang sendiri, dan bikin muak banyak orang.

3
7. NIYEE… :
merupakan ungkapan yang dipopuerkan oleh pelawak (alm) Diran di tahn 1985an, yang kemudian sering digunakan oleh para artis seperti Euis Darliah dan Jaja Miharja. Kata ini sempat populer kembali sekitar medio 1990-1999. Saat ini masih dipakai, walau tidak seintens dulu.

38. BONEK :
Singkatan dari kata Bondo Nekat yang berarti orang nekat yang gak bermodal apapun selain kemauan. Kata ini dipopulerkan oleh suporter Tim Sepakbola Persebaya – Surabaya di tahun 90an dan menjadi sebutan “kebanggaan” mereka. Saat ini, kata ini juga digunakan untuk orang-orang nekat yang gak kenal rasa takut.Bonek dipake juga buat nyebut teman2 kita yang suka nekad

39. ADD/ETT: biasanya ditulis dengan sedikit huruf alay ( adede , eitdh ) : menambahkan orang ke dalam daftar pertemanan kita

40. SOKAP
Istilah ini saya temukan atau saya dapatkan dari beberapa orang gaul.hehehe. ternyata setelah dicari tau arti dan maksudnya itu adalah Siapa. Aduh memang zaman ini sudah banyak orang yang tidak cinta pada bahasa Indonesia banyak sekali yang tidak menghargai nilai dari bahasa Indonesia.

50. WOLES
Ada lagi nih kata yang sering digunakan oleh anak gaul, WOLES coba kalian baca secara terbalik maka akan dibaca SELOW. Hahaha , kelihatan lagi gimana gilanya zaman ini. Kata selow sendiri berarti santai. Dasar anak gaul yang lupa akan bahasa Indonesia, cobalah untuk cinta Bahasa Kalian sendiri.

Sekian Kata-kata yang bisa saya temukan, untuk Update nya akan saya tulis lagi dilain waktu.


ALAY

Halo teman-teman, buat iseng-iseng aja nih gue mau membahas tentang alay, kayanya lagi booming banget sih mereka. Selain booming di dunia nyata, mereka juga booming di dunia maya, ya seperti misalnya facebook ini nih. Sekedar melihat ke belakang, kayanya pertama-tama kita mesti tau dulu pengertian alay tuh apa. Alay pada dasarnya memiliki arti Anak LAYangan. Mungkin kata alay itu ada karena ada segerombolan anak kampung yang gayanya gitu deh, terus rambutnya merah, kaya orang keseringan main layangan. Kalo orang keseringan main layangan kan rambutnya merah kena matahari, ya merahnya merah kaya gitu. Ngecatnya juga nggak ngerti tuh pake cat apa, mungkin cat tembok, cat air, cat minyak, atau jangan-jangan cat woman?
Kalo dilihat sekarang, kayanya kepanjangannya alay tuh mesti diupdate deh. Menurut gue sih Anak LAYangan udah nggak cocok lagi. Udah ketinggalan jaman. Menurut gue, yang lebih cocok tuh Asu LAYangan, alias anjing layangan, yaitu anjing-anjing yang suka main layangan. Karena mereka semua udah kaya anjing, bahkan anjing aja kalah anjingnya sama alay. Bayangkan, membaca tulisan atau sms dari alay, membutuhkan waktu yang cukup lama. Susah banget dimengerti, hurufnya sama bahasanya.
Huruf yang mereka pake nggak lazim banget. Allah aja waktu bikin Al-Quran nggak gitu-gitu amat kok hurufnya. Nah ini kaya gini nih. Ini kan namanya menentang Tuhan, ya nggak sih? Contohnya nih ya : “W 9Hy D! HuMZzZ. . . ? ? ?” Artinya : Gue lagi di rumah. Sebenernya, kalo kita tulis dengan normal, it’s so simple. Gue di rumah. Tapi yang ini, udah simpel maunya malah jadi ribet. Udah gitu, pake tanda bacanya ngaco pula. “Gue di rumah.” itu kan merupakan statement, alias kita menyatakan bahwa kita itu ada di rumah. Jadi kalimat itu bisa diselesaikan dengan tanda baca berupa titik. Tapi mereka beda, malah pake “. . . ? ? ?” So, what’s that? Lo mau ngomong, apa lo mau nanya lagi sih? Kaya gini nih yang bikin bacanya ribet, orang harusnya bisa baca beberapa detik, karena keanehan tulisannya, jadi perlu sekitar beberapa menit buat ngerti.
Terus gue mau bahas sedikit masalah style. Yang pernah gue liat sendiri nih secara langsung, waktu itu gue lagi mau berangkat kuliah. Terus di jalan ada beberapa anak STM sih nih kayanya. Mereka juga lagi mau berangkat sekolah. Ada satu orang yang gue liat nih gayanya kok melenceng banget dari gaya orang-orang normal. Gayanya petantang-petenteng banget. Jalan bertiga, dia di tengah sambil ngerokok gitu ceplas-ceplos bae. Rokoknya super tuh gue hafal banget baunya. Pertama gue liatin nih anak dari atas. Topi model New Era gitu, tapi kayanya sih ini palsu banget bos. Udah gitu ditekuk ke atas, topinya miring ke kanan. Rambut, emo nggak, mohawk nggak, gondrong nggak, botak nggak, keren pun, NGGAK KEREN SAMA SEKALI. Mukanya, gue nggak bisa sebutin ciri-cirinya, karena gue nggak mau menambah dosa. Kuping kiri kanan pake tindikan, tapi nanti paling pas sampe sekolah dicopot.
Gue menurunkan kepala gue sedikit. Sekarang gue liatin bajunya. Bajunya tuh ngepres banget. Kecil banget sampe ngatung gitu. Oke sih, karena emang badannya kurus gitu. Terus dalemannya, gue agak-agak lupa, yang jelas kaos warna-warni gitu deh. Nggak matching lah pokoknya. Yang lebih parah lagi, udah tau baju kecil banget, celananya gombrong parah gitu. Gombrongnya nggak tanggung-tanggung, hampir segede tiang flyover. Udah tau celana gombrong, masih aja dimodifikasi, dibikin ngatung gitu. Kaos kaki warna item, terus tingginya hampir sebetis. Sepatunya, model-model yang dijual di pasar gitu kayanya, cuma dicat sama ditulisin apa gitu, biar tambah keren kali. Menurut kalian, kalo baju kecil banget gitu, terus celananya gombrong, pantes nggak sih? Kalo menurut gue sih nggak. Dan dengan penuh rasa percaya diri, si anak STM itu ngegodain mbak-mbak cakep yang lagi mau berangkat kerja. Ya Allah, ampunilah anak ini, semoga amal ibadahnya tidak kau terima, amin. Sejujurnya, gue tuh pengen banget tau deh, mereka itu trendsetternya siapa sih? Terus kiblat fashionnya ke arah mana? Dan yang terakhir, yang paling pengen gue tau tentang si anak STM ini, pas dia lagi ngaca sebelum berangkat ke sekolah, dengan pakaian yang kaya tadi, apakah dia akan bilang dia ganteng?
Sekarang gue mau bikin kamusnya nih, menurut perbendaharaan kata yang gue ketahui aja ya, nanti kalo ada yang kurang lengkap, menyusul deh. Ini gue nulisnya kata awalnya dulu, terus baru kata hasil modifikasi alaynya, terus ngacak gitu nggak sesuai dengan alfabet, okayyy.
Gue : W, Wa, Q, Qu, G
Lo : U
Rumah : Humz, Hozz
Aja : Ja, Ajj (Ajj bacanya apa ya?)
Yang : Iank/Iang, Eank/Eang (ada juga yang iiank/iiang)
Boleh : Leh
Baru : Ru
Ya/Iya : Yupz, Ia, Iupz
Kok : KoQ, KuQ, Kog, Kug
Nih : Niyh, Niech, Nieyh
Tuh : Tuwh, Tuch
Deh : Dech, Deyh
Belum : Lom, Lum
Cape : Cppe, Cpeg
Kan : Khan, Kant, Kanz
Manis : Maniezt, Manies
Cakep : Ckepp
Keren : Krenz, Krent
Kurang : Krang, Krank (Crank?)
Tau : Taw, Tawh, Tw
Bokep : Bokebb
Dulu : Duluw (Dulux aja biar bisa ngecat rumah)
Chat : C8
Tempat : T4
Sempat : S4
Telepon : Tilp
Ini : Iniyh, Nc
Ketawa : wkwkwk, xixixi, haghaghag, w.k.k.k.k.k., wkowkowkwo (bacanya apa coba tolong jelaskan)
Nggak : Gga, Gax, Gag, Gz
Hai : Ui (Apa Ui? Universitas Indonesia?)
SMS : ZMZ, XMX, MZ (oh god…)
Lagi : Ghiy, Ghiey, Gi
Apa : Pa, PPa (PPa ???)
Tapi : PPi (sama aja kaya yang diatas, asu)
Mengeluh : Hufft
Sih : Siech, Sieyh, Ciyh (nggak sekalian aja Syekh Puji)
Dong : Dumz, Dum (apa Dumolit?)
Reply : Repp (ini yang paling sering ditemukan di dunia maya)
Halo : Alow (menurut kalian, apakah kita teletubbies?)
Sayang : Saiank, Saiang
Lucu : Luthu, Uchul, Luchuw
Khusus : Khuzuz
Kalian : Klianz
Add : Et, Ett (biasanya minta di add friendsternya)
Banget : Bangedh, Beud, Beut (sekalian aja baut sama obeng)
Nya, contoh : misalnya, jadi misalna, misal’a, misal.a
Imut : Imoetz, Mutz
Loh : Loch, Lochkz, Lochx
Gitu : Gtw, Gitchu, Gituw
Salam : Lam
Kenal : Nal (buset irit karakter banget)
Buat : Wat, Wad
Cewek : Cwekz
Cowok : Cwokz
Karena/Soalnya : Coz, Cz
Masuk : Suk, Mzuk, Mzug, Mzugg
Punya : Pya, P’y
Pasti : Pzt
Anak : Nax, Anx, Naq (ko-naq?)
Cuekin : Cuxin
Curhat : Cvrht (anjing ini bahasa rusia apa?)
Terus : Rus, Tyuz, Tyz
Tiap : Tyap
Kalau : Kaluw, Klw, Low (oh maann…)
Setiap : Styp
Main : Men
Paling : Plink, P’ling
Love : Luph, Luff, Loupz, Louphh
Makan : Mumz, Mamz
Yuk : Yuq, Yuqz, Yukz
Lupa : Lupz
Udah : Dagh
Kamu : Kamuh, Kamyu, Qmu, Kamuwh
Aku : Akyu, Akuwh, Akku, (Asu)
Maaf : Mu’uv, Muupz, Muuv
Sorry : Cowwyy, Sowry
Siapa : Sppa, Cppa, Cpa, Spa
Kakak : Kakagg
Sumber kata-kata ini gue dapet dari pengalaman gue sendiri, misalnya, ada orang nggak jelas yang tiba-tiba sms gue kaya gitu, atau gue liat di facebook orang, atau pas dulu masih main friendster, terus sama gue baca di koran, kalo lagi iseng coba deh baca Warta Kota halaman paling belakang, sama Kompas Muda yang setiap hari Jumat. Itu isinya sms-sms dari kaum mereka yang mau curhat, kalo nggak minta tampilin fotonya artis kesukaannya dia. Ada lagi yang lebih bego, ada juga yang minta nomer hp nya artis.
Oh iya, ini nggak ditulisnya kaya gini nih, biasanya ditulisnya pake huruf gede kecil yang bikin kita keliatan pinter, soalnya kita kalo keseringan baca tulisan dari mereka pasti kita pake kaca mata, jadi keliatan pinter. Ditulisnya juga nggak pake huruf biasa nih, ada juga yang pake angka.
A : @, 4, /\
B : 8
C : (
D : l>
E : €, 3
G : 9, 6
H : #
I : !
J : 7
K : l<
O : ()
R : 12
S : $, 5
T : 7 (7 bisa buat T sama J)
V : \/
W : \/\/
Z : 2
Sebenernya gampang banget sih kalo kita mau bikin tulisan kita jadi kaya alay. Kita ganti aja, misalnya kita mau nulis anak, kita tulisnya jadi anagg kalo nggak anaq, pokoknya mereka kalo nulis kata yang akhirannya k, biasanya diganti sama g kalo nggak q, kalo misalnya g, g nya itu harus dua, jadi gg.
Ini masih belum final version ya, nanti gue cari info lagi buat update, tapi sementara gini dulu ya friends. Semoga kalian bisa lebih berhati-hati dan tidak terjerumus ke jurang ke-alay-an. Amin.
– update –
ini contoh kalimat alay yang bikin pusing bacanya :
QmO dLaM iDopQhO (kamu dalam hidupku..)
q tWo……………… (aku tau……)
qMo mANk cLiD wAd cYanK m qHo…………. (kamu memang sulit buat sayang sama aku…)
tPhE qMo pLu tHwO„„„ (tapi kamu perlu tau….)
mY LuPi”………… (my love, cintaku, lupi lupi di kuping gue kedengerannya kayak permen yupi)
aLwaYs 4’U…………… (always for you, cuman buat kamu)
cO’nA cMa qMo YaNk Co WaD qHo cYuM………… (soalnya cuma kamu yang cowo buat aku senyum -oke ni si ophi jelas jelas tidak mengikuti kaidah yang benar dalam membuat struktur kalimat)
k’tHwA„„„„„„„„„„ (ketawa…)
n cNeNk…………….. (dan senang)
tHanKz b’4„„„„„„ (thanks before, terimakasih sebelumnya)
yOz aLaWAiCe d bEzT……………. (you always the best, kamu selalu yang terbaik -ALAWAICE? WTF?)
iN meYe heArD„„„„„„, (in my heart, dalam hatiku -btw MEYE? APA ITU HAHA)
tHo_tHo………….. (dadah -ini dadah doang ribet banget nulisnya)
LupHz yOu„„„„„„, (love you, sayang kamu)
bU_bU„„„„„„(bubu)
satu lagi..
I’m ReGrEeEeeEEeeEet nOw……………. (aku menyesal sekarang)
naFaZ„„„„„„„„„, (napas)
bNcHi qOh nGmBAnK………………. (benci aku ngambang)
hOeKkkKKk…………….. (sound effect muntah, HOEEEKK -tuh kan muntah HAHA)
.
nPhA jDe gnE??????????????? (mengapa jadi begini?)
i dOn’t LiKe tHaT………….. (I don’t like that, aku tidak suka itu)
qOh g Mo iDoP dLAM kmNfqAn………. (aku ga mau hidup dalam kemunafikan -WUESSS angin berhembus)
tHiZ iZ buLLsHiT!!!!!!!!!!! (this is bullshit!, ini semua omong kosong!!! -penuh amarah membara)
sHiT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! !!!!!!!!!!!!!!!! (shit!!!!!! TA* )
SADAM WITHOUT WORD!!!!!!!!!!!!!!!!!!! (sadam without word, sadam tanpa kata -WTF tiba tiba bawa sadam? ato DIAM maksudnya? oh diam deh kayaknya)
HAifTf……………… (huff)
satu lagi deh…
TaKe mE 2 yOuR hEaRtZzz?????????????????? (take me to your heart, bawa aku ke dalam hatimu)
cXnK qMoh tO cKiDnAAAAaaaAaAaaaa……. (sayang kamu tuh sakitnya…)
m_tHa apOn YoH……………… (minta ampun ya…)
qoH tLuZ”aN uCHA bWaD tTeP qEqEUh cXnK qMo………. (aku terus terusan berusaha buat tetep kekeuh sayang kamu…)
bUD„„„„„„„„„, (but, tetapi…)
hUhuHuHfTFTf………….. .. (huft huft -ehem ophi centil deh)
cIa” adJA………………… (sia sia aja -CIA? yang di amerika?)
shIt???????????? (TA*??????)
maYbe??????????????? (maybe, mungkin?????)
ckIdDDdddDDDd„„„„„„, „„„„„„„„„„„„„ „„ (SAKIIIIIIT! -ini ngomong sakit doang kayak suara ban ngerem ehm)
pGEn qOh tO bLanK…………………….. (pengen aku tuh bilang)
U bLOkE mY hEaLtH!!!!!!!!!!!!!!!! (you bloke my health, kamu cowo kesehatanku, atau kamu merusak kesehatanku? -HAHAHAHAHA YOU BROKE MY HEART KOK JADI YOU BLOKE MY HEALTH? jauh gitu artinyaaaa! LOL)
i tHinK…………….. (aku pikir…)
it’Z DISGUSTING vOiCE……………….. (itu suara menjijkan -ga nyambung)
anDeE…………………. (andaiii…)
adJA g2 dRe wAL…………….. (aja gitu dari awal)
qTaH gAg mKeN dIEM”aN gNe tOh???!?@??@?@??@@?@? (kita ga makin diem dieman gini tho’?)